Arsip Blog

Rabu, 01 Februari 2017

Fostering Student’s Higher-order Thinking Skill Through Problem-Based Learning in Calculus

Hasan Djidu & Jailani
This Article was presented at 3rd International Conference on Research Implementation and Education of Mathematics and Science - Yogyakarta State University (16-17 May 2016)

Abstract—Problem-based Learning (PBL) is one of recommended learning models in implementation of curriculum 2013. PBL provides opportunities for students to construct knowledge, and enhance their thinking skills through the filling of a problem as the starting point of learning process. Problems in PBL requires students to regain access to prior knowledge that lead students to think deeply. Thinking is infused in PBL when students plan, generate hypothesis, employ multiple perspective, and work through facts and ideas systematically. Problem resolution also involves logical and critical analysis, use analogies and divergent thinking, and creative integration and synthesis. Thinking Activities are needed by students, especially for understanding difficult math materials. One of math material that need student’s thinking is calculus. It consist of limit, derivative, and integral of function. Not only a lot of students that have difficulties to learn calculus, but also teachers. They have difficulties in how to teach this material. Therefore, PBL is the most suitable method that can be an alternative to teach calculus. In conclusion, PBL activities in the classroom will foster student’s higher-order thinking skill.
Keywords: fostering, higher-order thinking skill, problem-based learning, problem, calculus
Ref: Djidu, H., & Jailani. (2016). Fostering student’s higher-order thinking skill through problem-based learning in calculus. In Proceeding of 3rd International Conference on Research, Implementation and Education of Mathematics and Science (pp. 127–130). Yogyakarta: Faculty of Mathematics and Science-Yogyakarta State University. Retrieved from http://seminar.uny.ac.id/icriems/sites/seminar.uny.ac.id.icriems/files/prosiding/ME-19.pdf
Artikel selengkapnya silahkan klik tautan berikut:

Aktivitas Pembelajaran Matematika yang Dapat Melatih Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

Hasan Djidu & Jailani
Disampaikan pada Seminar Nasional Matematika (SEMNASMAT) X UNNES  - Universitas Negeri Semarang (29 Oktober 2016)

AbstrakKemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi tantangan dunia global. Proses pembelajaran di kelas memiliki peran besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Namun demikian, kemampuan berpikir tingkat tinggi bukan merupakan dampak langsung dari suatu proses pembelajaran. Kemampuan ini terbangun melalui lingkungan pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk mendayagunakan kemampuan berpikir tingkat tingginya.  Oleh karena itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi harus dilatih dan dikembangkan melalui pembelajaran di kelas. Aktivitas siswa dalam pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut adalah: (1) berbagi ide matematika melalui diskusi kelompok; (2) mengidentifikasi dan  merumuskan hal-hal penting dari masalah; (3) penyelidikan dan pemecahan masalah; (4) mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah; (5) mengevaluasi hasil dan menarik kesimpulan. Sementara itu, aktivitas guru yaitu: (1) menyajikan masalah; (2) mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar; (3) memberikan scaffolding (bantuan) selama proses penyelidikan hingga pada tahap penarikan kesimpulan; dan (4) menggunakan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi.
Kata Kunci: Pembelajaran matematika, kemampuan berpikir tingkat tinggi
Artikel selengkapnya: